Keju krim, produk olahan susu yang populer, menawarkan beberapa manfaat nutrisi di samping potensi risiko kesehatan. Meskipun mendukung kesehatan tulang dan usus melalui kalsium dan probiotik, kandungan lemak jenuhnya yang tinggi memerlukan konsumsi yang hati-hati. Artikel ini menguraikan manfaat, profil nutrisi, dan cara memasukkan krim keju ke dalam diet seimbang.

Manfaat Kesehatan Tulang dan Usus

Kalsium untuk Tulang Kuat: Produk susu, termasuk krim keju, berkontribusi terhadap kesehatan tulang karena kandungan kalsiumnya. Kalsium sangat penting untuk membangun dan menjaga kekuatan tulang, terutama seiring bertambahnya usia, sehingga mengurangi risiko osteoporosis dan patah tulang. Meskipun keju krim biasa menyediakan sejumlah kalsium, memadukannya dengan makanan kaya vitamin D seperti ikan berlemak (salmon, tuna) akan meningkatkan penyerapan.

Toleransi Laktosa Rendah: Bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa, krim keju adalah pilihan yang relatif rendah laktosa, mengandung sekitar 0,5 gram per sendok makan. Banyak orang yang dapat menoleransi hingga 12 gram laktosa sekaligus, menjadikan krim keju sebagai pilihan yang mudah dicerna.

Probiotik untuk Kesehatan Usus: Krim keju mengandung bakteri asam laktat (probiotik), yang dapat meningkatkan kesehatan usus pada individu dengan penyakit radang usus (IBD). Probiotik mengembalikan keseimbangan bakteri, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi kekebalan tubuh.

Kerusakan Gizi

Berikut perbandingan profil nutrisi untuk keju krim standar, rendah lemak, dan nabati (per porsi 1 ons):

Keju Krim Standar:
– Kalori: 99,2
– Lemak: 9,8 g (12,6% DV)
– Lemak Jenuh: 5,7 g (28,5% DV)
– Natrium: 89 mg (3,9% DV)
– Karbohidrat: 1,6 g (0,6% DV)
– Protein: 1,7 g (3,4% DV)

Neufchâtel Rendah Lemak:
– Kalori: 71,7
– Lemak: 6,5 g (8,3% DV)
– Lemak Jenuh: 3,6 g (18% DV)
– Natrium: 94,7 mg (4,1% DV)
– Karbohidrat: 1 g (0,4% DV)
– Protein: 2,6 gram (5,2% DV)

Berbasis Tumbuhan (Susu Almond): (2 sdm porsi)
– Kalori: 70
– Lemak: 6 gram (7,7% DV)
– Natrium: 200 mg (8,7% DV)
– Karbohidrat: 2 g (0,7% DV)
– Serat: 1 g (3,6% DV)
– Protein: 2 gram (4% DV)

Berbasis Tumbuhan (Mete): (1 ons porsi)
– Kalori: 90
– Lemak: 8 g (10,3% DV)
– Lemak Jenuh: 2,5 g (12,5% DV)
– Natrium: 115 mg (5% DV)
– Karbohidrat: 5 g (1,8% DV)
– Serat: 1 g (3,6% DV)
– Protein: 3 gram (6% DV)

Risiko dan Pertimbangan Kesehatan

Keju krim merupakan produk susu tinggi lemak, artinya mengandung banyak lemak jenuh, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan penambahan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 60% keju nabati juga memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi.

Alternatif keju krim berbahan dasar kacang mete umumnya memiliki kandungan lemak jenuh dan natrium paling rendah, serta kadar protein yang lebih tinggi.

Mengintegrasikan Keju Krim ke dalam Diet Seimbang

Untuk memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan risiko, kombinasikan krim keju dengan makanan kaya nutrisi seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Pendekatan ini memastikan asupan seimbang dan mengurangi potensi masalah kesehatan yang terkait dengan konsumsi lemak jenuh yang tinggi.

Kesimpulannya, krim keju menawarkan keunggulan nutrisi seperti mendukung kesehatan tulang dan usus, namun kandungan lemaknya yang tinggi memerlukan konsumsi yang hati-hati. Memilih pilihan yang lebih rendah lemak atau alternatif nabati, dan memadukannya dengan pola makan yang bervariasi dan sehat, memungkinkan individu untuk menikmati manfaatnya tanpa mengorbankan kesehatan mereka.