Oatmeal adalah sarapan yang populer, namun dampaknya terhadap gula darah sangat bervariasi berdasarkan cara menyiapkannya. Memahami perbedaan-perbedaan ini dapat membantu siapa pun, terutama mereka yang menderita diabetes, membuat pilihan yang tepat untuk makan pagi yang lebih sehat.
Kerusakan Nutrisi
Berikut perbandingan singkat jenis oatmeal yang umum (nilainya merupakan perkiraan per porsi):
- Oat Potong Baja: 150 kalori, 5g protein, 27g karbohidrat, 4g serat, 2,5g lemak.
- Rolled Oats: 150 kalori, 5g protein, 27g karbohidrat, 4g serat, 2,5g lemak.
- Oat Instan: 166 kalori, 3,98g protein, 33g karbohidrat, 3,1g serat, 3g lemak.
Meskipun perbedaan kalorinya kecil, kuncinya terletak pada bagaimana oat ini diproses. Oat yang dipotong baja dan digulung diproses secara minimal, sedangkan oat instan sering kali mengandung tambahan gula dan tidak memiliki kandungan serat yang sama.
Mengapa Pemrosesan Itu Penting
Semakin lambat tubuh Anda mencerna karbohidrat, semakin stabil gula darah Anda. Oat yang dipotong baja membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai karena strukturnya yang lebih kasar, sehingga menyebabkan kenaikan kadar glukosa yang lebih perlahan. Sebaliknya, oat instan sudah dimasak sebelumnya dan sering kali dimurnikan, sehingga menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat. Hal ini sangat penting bagi penderita diabetes.
Menurut Dr. Stacy Heimburger dari SugarFreeMD, “Semakin sedikit oatmeal yang diproses, seperti potongan baja, dapat mengurangi glukosa darah setelah makan dan respons insulin Anda.” Ini karena waktu pencernaan yang lebih lama mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Peran Beta-Glukan
Oat secara alami kaya akan beta-glukan, serat larut yang terbukti bermanfaat untuk mengontrol gula darah. Beta-glukan memperlambat penyerapan glukosa, mencegah lonjakan tajam setelah makan. Hal ini membuat oat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan sereal sarapan lainnya, yang tidak mengandung serat ini.
Kontrol Porsi dan Topping
Bahkan oatmeal yang paling sehat pun bisa menjadi masalah jika porsinya berlebihan atau toppingnya tidak sehat. Gula tambahan (sirup maple, gula merah) akan menetralkan manfaat oat yang lambat dicerna.
Untuk membuat oatmeal ramah gula darah:
– Ukur ukuran porsi dengan hati-hati.
– Gunakan pemanis alami secukupnya (beri, kayu manis).
– Hindari topping olahan seperti sirup rasa.
Kesimpulan
Memilih oat yang dipotong atau digulung dibandingkan varietas instan, memperhatikan ukuran porsi, dan membatasi gula tambahan dapat mengubah oatmeal dari potensi lonjakan gula darah menjadi pilihan sarapan yang stabil dan bergizi. Bagi penderita diabetes, penyesuaian kecil ini dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam mengelola kesehatannya.


















