Diet paleo, yang sering disebut-sebut sebagai pendekatan revolusioner terhadap kesehatan, bertujuan untuk meniru kebiasaan makan nenek moyang Paleolitikum kita. Ini berarti berfokus pada makanan utuh yang tidak diolah sambil mengurangi makanan pokok modern seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan produk susu. Meskipun diet ini menjanjikan penurunan berat badan, peningkatan kontrol gula darah, dan pengurangan risiko penyakit kronis, bukti ilmiah yang mendukung klaim ini masih terbatas.
Apa Arti Sebenarnya “Paleo”?
Ide inti di balik diet paleo adalah bahwa manusia berevolusi dengan mengonsumsi daging, ikan, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian—makanan yang tersedia sebelum munculnya pertanian. Lingkungan pangan modern, dengan pilihan makanan ultra-olahan dan kandungan gula yang tinggi, dipandang tidak sesuai dengan biologi kita.
Namun, penting untuk dicatat bahwa pola makan manusia Paleolitik sangat bervariasi tergantung pada lokasi dan musim. Diet paleo modern adalah interpretasi dari pola leluhur ini, bukan rekreasi ketat. Hal ini penting karena pembatasan pola makan yang ketat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan kebiasaan makan yang tidak berkelanjutan.
Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dimakan
Diet paleo menekankan:
- Protein Tanpa Lemak: Daging sapi, unggas, ikan, daging buruan.
- Buah & Sayuran: Semua varietas non-tepung dianjurkan.
- Lemak Sehat: Alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian.
- Pemanis Alami: Madu mentah, sirup maple (secukupnya).
Dietnya tidak termasuk:
- Biji-bijian: Gandum, beras, oat, jagung.
- Kacang-kacangan: Kacang, lentil, kacang tanah.
- Susu: Susu, keju, yogurt.
- Makanan Olahan: Tambahan gula, minyak olahan, bahan-bahan buatan.
Meskipun menghilangkan makanan olahan dan tambahan gula bermanfaat secara universal, pengecualian biji-bijian dan kacang-kacangan masih kontroversial. Tidak ada bukti kuat bahwa orang sehat perlu menghindari makanan ini karena alasan kesehatan.
Potensi Manfaat dan Risiko
Para pendukung diet paleo berpendapat bahwa fokus diet paleo pada makanan utuh dapat menyebabkan penurunan berat badan secara alami dan meningkatkan kesehatan metabolisme. Beberapa penelitian menunjukkan manfaatnya dalam pengaturan gula darah dan peradangan, namun temuan ini sering kali didasarkan pada ukuran sampel yang kecil.
Namun, sifat diet yang membatasi memiliki risiko:
- Kekurangan Nutrisi: Menghilangkan produk susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan dapat menyebabkan kurangnya asupan kalsium, vitamin D, dan serat.
- Jangka Panjang yang Tidak Berkelanjutan: Ketatnya pola makan dapat membuat sulit untuk dipertahankan seiring berjalannya waktu.
- Kurangnya Bukti Definitif: Dampak kesehatan jangka panjang dari makan paleo masih belum diketahui.
Apakah Paleo Tepat untuk Anda?
Diet paleo bukanlah solusi ajaib. Ini bisa menjadi kerangka kerja yang berguna untuk berfokus pada makanan utuh dan tidak diolah, namun ketegasannya mungkin tidak diperlukan untuk semua orang.
Sebelum melakukan perubahan pola makan besar-besaran, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan. Pendekatan seimbang yang menggabungkan makanan kaya nutrisi dari semua kelompok makanan—termasuk biji-bijian, kacang-kacangan, dan produk susu—mungkin akan lebih berkelanjutan dan bermanfaat dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, kesimpulan utamanya adalah tidak ada satu pun pola makan yang lebih baik untuk semua orang. Memprioritaskan variasi, kecukupan nutrisi, dan keberlanjutan sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang.
