Teh kembang sepatu mendapat pengakuan tidak hanya karena rasanya yang menyegarkan, tetapi juga karena potensinya membantu mengatur tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin mungkin memberikan manfaat, namun memahami kapan dan berapa banyak minum sangatlah penting. Artikel ini menguraikan saran yang didukung sains untuk memaksimalkan dampak teh kembang sepatu sekaligus meminimalkan potensi risiko.
Waktu Optimal untuk Dukungan Tekanan Darah
Waktu terbaik untuk minum teh kembang sepatu untuk mengatur tekanan darah adalah di pagi hari, antara jam 6 pagi dan 10 pagi, saat tekanan darah cenderung paling tinggi. Hal ini dapat membantu melawan lonjakan aktivitas di pagi hari yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, konsistensi lebih penting daripada ketepatan waktu.
Ahli diet Lisa Andrews menekankan bahwa meskipun konsumsi pagi hari mungkin optimal, minum teh kembang sepatu secara teratur adalah hal yang paling penting. Teh juga memiliki efek diuretik alami, jadi jika Anda sedang mengonsumsi obat tekanan darah (khusus diuretik), batasi asupan teh setidaknya dua jam untuk menghindari kehilangan cairan berlebihan dan pusing.
Dosis dan Timeline untuk Efek Terlihat
Penelitian menunjukkan bahwa dua hingga tiga cangkir teh kembang sepatu setiap hari adalah dosis yang paling efektif. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi yang konsisten setidaknya selama empat minggu diperlukan untuk mengamati penurunan tekanan darah yang berarti. Tinjauan tahun 2022 menegaskan hal ini, menunjukkan peningkatan yang signifikan hanya setelah penggunaan jangka panjang.
Efeknya tidak akan langsung terasa. Harapkan penurunan tekanan darah secara bertahap seiring berjalannya waktu, bukan hasil dalam semalam.
Siapa yang Harus Berhati-hati?
Teh kembang sepatu bukannya tanpa risiko. Individu yang menggunakan pengobatan tertentu perlu berhati-hati:
- Pengobatan Tekanan Darah: Teh dapat memperkuat efek diuretik, yang berpotensi menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.
- Imunosupresan: Kembang sepatu dapat mengganggu obat yang diminum setelah transplantasi organ (ginjal atau hati), sehingga meningkatkan risiko kerusakan organ.
- Tekanan Darah Rendah: Jika Anda sudah memiliki tekanan darah rendah, teh kembang sepatu dapat memperburuk masalah ini.
- Kehamilan/Menyusui: Teh mengandung fitoestrogen yang dapat mengganggu keseimbangan hormonal, berpotensi membahayakan kesuburan atau perkembangan janin. Laporan kasus tahun 2023 menyoroti gangguan pada fertilisasi in-vitro pada peminum rutin.
Siapa pun yang menggunakan obat resep harus berkonsultasi dengan dokternya sebelum rutin minum teh kembang sepatu.
Meskipun teh kembang sepatu menjanjikan dalam mendukung tekanan darah yang sehat, teh kembang sepatu bukanlah pengganti nasihat atau pengobatan medis. Lanjutkan dengan hati-hati, tetap konsisten, dan prioritaskan bimbingan profesional bila diperlukan.


















