YouTube video

Vitamin B12 adalah nutrisi penting, memainkan peran penting dalam fungsi saraf, produksi sel darah merah, dan sintesis DNA. Meskipun sebagian besar orang mendapatkan asupan yang cukup dari makanan, beberapa orang mungkin memerlukan suplementasi untuk menghindari kekurangan. Panduan ini merinci asupan harian yang direkomendasikan, siapa yang harus mempertimbangkan suplemen, gejala defisiensi, dan potensi efek samping.

Tunjangan Harian yang Direkomendasikan (RDA) berdasarkan Usia

RDA untuk vitamin B12 bervariasi tergantung usia:

  • Bayi (0-6 bulan): 0,4 mikrogram (mcg)
  • Bayi (7-12 bulan): 0,5 mcg
  • Balita (1-3 tahun): 0,9 mcg
  • Anak-anak (4-8 tahun): 1,2 mcg
  • Praremaja (9-13 tahun): 1,8 mcg
  • Remaja dan Dewasa (14+): 2,4 mcg
  • Kehamilan: 2,6 mcg
  • Menyusui: 2,8 mcg

Ini adalah pedoman minimum; tingkat penyerapan bervariasi, dan suplementasi seringkali memerlukan dosis yang lebih tinggi untuk mencapai tingkat optimal.

Siapa yang Mendapat Manfaat dari Suplemen B12?

Tubuh menyimpan B12, namun kelompok tertentu mungkin kesulitan untuk mempertahankan tingkat yang memadai:

  • Individu dengan Gangguan Autoimun: Kondisi seperti penyakit Crohn atau celiac dapat mengganggu penyerapan.
  • Orang Dewasa Lanjut Usia: Penyerapan menurun seiring bertambahnya usia karena berkurangnya produksi asam lambung.
  • Pasien Pasca Operasi Penurunan Berat Badan: Perubahan sistem pencernaan dapat menghambat penyerapan.
  • Vegetarian dan Vegan: Pola makan nabati kekurangan B12 alami sehingga memerlukan suplementasi.

Dalam kasus yang parah, suntikan B12 mungkin diperlukan sampai suplemen oral mengembalikan tingkat normal. Beberapa orang memerlukan suntikan seumur hidup untuk penyerapan optimal.

Mengenali Kekurangan

Defisiensi B12 menimbulkan gejala yang beragam, mulai dari kelelahan ringan hingga masalah neurologis. Tanda-tanda umum meliputi:

  • Kelelahan dan Kelemahan: Kelelahan yang terus-menerus meskipun istirahat cukup.
  • Gejala Neurologis: Pusing, kesemutan pada tangan/kaki, sakit kepala.
  • Masalah Gastrointestinal: Kehilangan nafsu makan, mual, penyakit kuning.
  • Efek Kardiovaskular: Detak jantung cepat, sesak napas.
  • Komplikasi Langka: Gerakan otot yang tidak terkontrol, perubahan penglihatan, depresi.

Kekurangan yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen; deteksi dini sangatlah penting.

Risiko dan Pertimbangan Suplementasi

B12 umumnya aman, bahkan dalam dosis tinggi, namun beberapa efek samping mungkin terjadi:

  • Reaksi Alergi: Lebih umum terjadi pada suntikan B12 (ruam, gatal, demam).
  • Masalah Ginjal: Sianokobalamin sintetis mengandung aluminium, yang dapat memperburuk fungsi ginjal. Pilihlah methylcobalamin (bentuk alami) jika Anda menderita penyakit ginjal.
  • Efek Samping Lain: Nyeri di tempat suntikan, penambahan berat badan yang cepat, sesak napas.

Bentuk sublingual atau hidung memang ada, namun belum ada penelitian kuat yang mendukung kemanjurannya dan mungkin mahal.

Kesimpulan: Vitamin B12 sangat penting untuk kesehatan, namun suplementasi harus disesuaikan dengan kebutuhan individu dan kondisi medis. Berkonsultasi dengan profesional kesehatan memastikan asupan yang aman dan efektif sekaligus mengurangi potensi risiko.