Pembengkakan kaki, yang secara klinis dikenal sebagai edema, terjadi ketika cairan menumpuk di jaringan tubuh. Meskipun seringkali tidak berbahaya, ini merupakan gejala yang patut mendapat perhatian. Edema tidak selalu merupakan tanda kondisi serius, namun mengabaikannya bisa berisiko. Edema paling sering menyerang kaki, pergelangan kaki, dan tungkai, meski bisa juga terjadi di wajah dan tangan.
Pengertian Edema: Lebih dari Sekadar Retensi Air
Edema mempunyai banyak penyebab. Gagal jantung, penyakit paru-paru, duduk terlalu lama, dan obat-obatan tertentu (seperti obat tekanan darah atau obat pereda nyeri) semuanya dapat berkontribusi. Namun terkadang, penyebabnya adalah apa yang Anda makan. Asupan garam yang tinggi dan alergi makanan menjadi pemicu yang signifikan. Yang terakhir ini dapat menyebabkan reaksi yang cepat dan parah yang disebut angioedema.
Makanan Yang Dapat Menyebabkan Pembengkakan
Angioedema, yang dipicu oleh alergen makanan, dapat menyebabkan pembengkakan di kaki bersamaan pembengkakan di mata, bibir, wajah, dan tenggorokan. Penyebab umum meliputi:
- Alkohol
- Berry
- Buah jeruk
- Produk susu
- makanan laut
- Kacang pohon
- Bahan tambahan makanan
Dalam kasus yang parah, hal ini dapat meningkat menjadi anafilaksis – reaksi alergi yang mengancam jiwa disertai ruam kulit, muntah, dan kesulitan bernapas. Anafilaksis memerlukan pengobatan epinefrin segera (EpiPen).
Mengapa Ini Terjadi?
Hubungan antara makanan dan edema tergantung pada bagaimana tubuh bereaksi. Alergen memicu respons imun yang dapat menyebabkan pembuluh darah mengeluarkan cairan ke jaringan. Asupan garam yang tinggi menarik air ke dalam aliran darah, sehingga membebani sistem secara berlebihan.
Kapan Harus Mencari Bantuan
Edema bisa menjadi gangguan kecil atau keadaan darurat medis. Jika pembengkakan muncul tiba-tiba dan disertai sesak napas, nyeri dada, atau kesulitan bernapas, segera dapatkan perawatan darurat. Ini bisa menandakan anafilaksis. Meskipun gejalanya ringan, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan untuk menyingkirkan kondisi yang mendasarinya.
Intinya
Edema bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk makanan. Mewaspadai potensi pemicunya dan mencari pertolongan medis bila diperlukan dapat mencegah komplikasi. Perhatikan tubuh Anda, dan jangan abaikan pembengkakan yang tidak diketahui penyebabnya.
Sumber: Klinik Cleveland, Neurourologi dan Urodinamik, Allergologie Select, Penn Medicine, StatPearls
