Mendapatkan diagnosis endometriosis biasanya menyebalkan.

Gejala yang hilang selama bertahun-tahun. Kunjungan berulang. Pembedahan invasif sebagai satu-satunya jawaban pasti. Bagi satu dari sepuluh wanita yang hidup dengan jaringan yang tumbuh di luar rahim, penundaan ini sangatlah brutal. Sakit kronis. Infertilitas. Semuanya. Namun keadaannya sedang berubah. Cepat.

Inggris Sedang Bergerak

Pekan lalu Institut Nasional untuk Kesehatan dan Perawatan di Inggris memberi lampu hijau pada dua tes baru. Seseorang menggunakan air liur. Cara lainnya melibatkan sensor listrik di perut yang memberikan hasil langsung. NHS akan meluncurkannya selama fase pengumpulan bukti setelah uji coba yang menjanjikan.

Diagnosis non-bedah bukan lagi sekadar harapan. Ini adalah program percontohan.

Kemudian muncul studi European Journal of Endocrinology yang juga diterbitkan minggu lalu. Hal ini menambah lapisan optimisme. Tes darah sederhana. Hanya satu hasil imbang. Hal ini menunjukkan bahwa kita mungkin tidak memerlukan pisau bedah untuk mengetahui apa yang terjadi. Kuncinya tidak berada di tempat yang kita duga.

Bukan Hanya Estrogen

Dogma saat ini terpaku pada estrogen. Masuk akal, bukan? Kondisi organ reproduksi. Hormon wanita. Namun peneliti memutuskan untuk mencari di tempat lain.

Mereka mengambil 159 wanita yang sudah menderita endometriosis dan dikonfirmasi melalui laparoskopi. Dan 57 kontrol tanpa syarat. Alih-alih hanya memeriksa estrogen, mereka mengukur panel androogen secara luas. Hormon “pria”. Tentu wanita juga memilikinya.

Hasilnya? Jernih. Konsisten.

Wanita dengan endometriosis menunjukkan tingkat androgen spesifik yang lebih tinggi. DHEA. androstenedion. Testosteron. Namun yang terpenting, senyawa yang disebut 11-keto-testosteron. Hal ini jarang dipelajari dalam kesehatan wanita. Namun di sini hal ini menerangi grafik.

Pada saat yang sama, metabolit prekursor androgen tertentu menurun. Tubuh tampaknya mengalihkan metabolismenya ke arah produksi senyawa 11-keton spesifik tersebut. Bersama-sama mereka menciptakan sidik jari hormonal. Peningkatan androagen aktif ditambah prekursor yang terkuras.

Pola ini membedakan orang sakit dan orang sehat dengan keandalan yang mencengangkan.

Lebih Baik Dari Alternatifnya

Opsi non-bedah saat ini seperti penanda CA-12? Tidak bagus. Akurasi rendah. Tidak dapat diandalkan untuk penggunaan rutin. Model baru ini? Jauh lebih tajam.

Bayangkan sebuah alat yang menandai kondisi tersebut secara akurat tanpa membuat Anda dibius. Hal ini mengurangi waktu rata-rata selama bertahun-tahun mulai dari gejala hingga diagnosis. Lebih sedikit kesalahan diagnosis. Lebih sedikit perempuan yang mengatakan bahwa rasa sakit yang mereka alami adalah hal yang “normal” atau hanya “bagian dari menjadi seorang perempuan”.

Dan hal ini secara signifikan mengurangi jumlah perempuan yang menjalani operasi hanya untuk mengetahui bahwa mereka mengidap penyakit yang mereka curigai.

Belum Cukup Sampai

Bisakah Anda pergi ke dokter besok dan menanyakannya?

Tidak.

Model ini diuji di lingkungan penelitian, bukan di klinik. Kita memerlukan penelitian yang lebih besar dan beragam untuk memverifikasi bahwa hal ini berlaku di kantor medis dunia nyata. Ini masih awal. Jangan terlalu terburu-buru.

Tapi ini memvalidasi poin yang lebih besar. Biologi endometriosis sangat kompleks. Ini bukan hanya tentang estrogen. Dan kerumitan itu adalah jalan menuju jawaban yang lebih baik.

Yang Harus Dilakukan Sekarang

Jika Anda menderita nyeri panggul kronis atau nyeri haid atau ketidaksuburan, ilmu pengetahuan akan mengikuti pengalaman Anda. Namun kesabaran bukanlah obatnya saat ini. Tindakan adalah.

Carilah seorang spesialis. Dokter kandungan atau ahli endokrinologi reproduksi yang mengetahui endo luar dalam.

Simpan catatan gejala. Pola lintasan. Jangan menerima jawaban tidak. Data menunjukkan Anda benar. Sekarang obatnya perlu mengikuti.

Akankah besok? Mungkin tidak. Tapi sidik jarinya ada di sana. Kita hanya perlu belajar membacanya. 🩸