YouTube video

Bubuk protein almond adalah alternatif nabati yang layak untuk menggantikan whey, terutama bagi mereka yang menghindari produk susu atau biji-bijian. Meskipun penelitian khusus tentang protein almond masih bermunculan, penelitian yang ada tentang almond sendiri mendukung beberapa manfaat kesehatan. Panduan ini merinci apa yang dikatakan ilmu pengetahuan tentang protein almond, potensi kegunaannya, dan pertimbangan keamanan yang penting.

Profil Nutrisi Almond: Mengapa Penting

Almond kaya akan serat, protein, dan vitamin E. Nutrisi ini berkontribusi pada kontrol gula darah yang lebih baik, penurunan kadar kolesterol (menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung), dan berpotensi memperlambat penurunan kognitif. Ini bukan hanya sekedar anekdot; penelitian menghubungkan manfaat ini dengan konsumsi almond yang konsisten.

Meningkatnya angka penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung membuat pilihan makanan seperti mengonsumsi kacang almond menjadi penting. Pola makan yang buruk adalah faktor utama dalam kondisi ini, dan perubahan sederhana, seperti menambahkan protein almond ke dalam makanan, ternyata bisa sangat efektif.

Manfaat Utama Protein Almond

Meningkatkan Asupan Serat

Almond adalah sumber serat yang baik—kira-kira 4,5 gram per ¼ cangkir porsi. Serat membantu pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung, membuat Anda merasa kenyang, dan membantu mengatur gula darah. Mengingat sebagian besar orang Amerika tidak memenuhi asupan serat harian yang direkomendasikan (25-38 gram), mengonsumsi almond atau bubuk protein almond dapat meningkatkan kebiasaan makan secara signifikan.

Mengatur Gula Darah

Almond memiliki indeks glikemik (GI) yang rendah, artinya tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Memasangkan makanan rendah GI seperti almond dengan pilihan GI lebih tinggi membantu menstabilkan kadar glukosa, mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan komplikasinya (kerusakan saraf, penyakit ginjal, serangan jantung, stroke).

Melindungi Kesehatan Jantung

Almond mengandung asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) dan tidak mengandung kolesterol. Mengganti lemak jenuh dan lemak trans dengan MUFA mengurangi kolesterol LDL, faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Aterosklerosis, penumpukan plak di arteri, merupakan ancaman serius, dan kacang almond dapat membantu mengurangi risiko ini.

Sumber Protein Nabati

Penelitian menunjukkan protein almond memberikan manfaat nutrisi serupa dengan protein whey. Sebuah studi tahun 2021 tidak menemukan perbedaan signifikan dalam keseimbangan nitrogen antara konsumen almond dan protein whey, yang menunjukkan efektivitas yang sebanding dalam mendukung kesehatan otot. Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian, temuan awal ini menjanjikan bagi mereka yang mencari alternatif nabati.

Potensi Manfaat Kognitif

Almond mengandung vitamin E, yang menurut beberapa penelitian dapat mengurangi risiko penurunan kognitif, termasuk penyakit Alzheimer. Sebuah studi tahun 2022 menunjukkan bahwa mengonsumsi tiga ons almond setiap hari meningkatkan kadar vitamin E dan meningkatkan pembelajaran serta memori pada orang dewasa paruh baya dan lebih tua.

Kegunaan Praktis: Resep & Integrasi

Protein almond dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam berbagai resep.

  • Pancake Protein Pisang Almond: Campurkan pisang tumbuk, bubuk protein almond, mentega almond, sirup maple, dan kayu manis untuk sarapan bergizi.
  • Oat Protein Almond Semalam: Campurkan bubuk protein almond dengan oat, air, minyak kelapa, madu, zucchini, dan apel untuk hidangan semalaman yang kaya serat.
  • Kembang Kol Tumbuk Bertenaga Protein: Campurkan kembang kol tumbuk dengan bubuk protein almond, kaldu sayuran, minyak kelapa, bawang putih, dan bumbu untuk lauk rendah karbohidrat.
  • Sup Ubi Jalar Penuh Protein: Tumis bawang bombay, campur dengan ubi jalar, bubuk protein almond, kaldu, bawang putih, dan bumbu untuk menghasilkan sup yang lezat.
  • Puding Protein Labu Almond: Gabungkan labu kalengan, bubuk protein almond, sirup maple, ekstrak vanila, dan bumbu pai labu untuk hidangan penutup musiman.

Pertimbangan Dosis dan Keamanan

American Society for Nutrition merekomendasikan asupan protein tidak melebihi 35% dari total kalori harian (berdasarkan diet 2.000 kalori). Studi tahun 2021 menemukan bahwa 34,5 gram protein almond dua kali sehari sudah optimal untuk keseimbangan nitrogen.

Meskipun secara umum aman, protein almond tidak cocok untuk individu dengan alergi kacang pohon, yang dapat menyebabkan anafilaksis parah. Gejalanya meliputi diare, gatal-gatal, tekanan darah rendah, tenggorokan tercekat, dan kesulitan bernapas. Selalu pilih produk pihak ketiga yang telah diuji untuk memastikan kualitas dan kemurnian, karena suplemen protein tidak diatur secara ketat oleh FDA.

Asupan protein yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan tulang dan hati, gangguan fungsi ginjal, peningkatan risiko kanker, dan percepatan penyakit arteri koroner. Moderasi adalah kuncinya.

Kesimpulannya, protein almond menawarkan alternatif nabati yang bergizi dengan potensi manfaat untuk kesehatan jantung, pengendalian gula darah, dan pemeliharaan otot. Namun, penting untuk mengonsumsinya secara bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan alergi individu dan keseimbangan pola makan secara keseluruhan.